Jumat, 02 Juni 2017

Student Learning Presentation, ayo jaga bumi!





Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, tetap semangat ya teman-teman, yang terpenting semangat juga menjaga lingkungan sekitar.

Teman-teman..kami dari KB-TK Stella Maris mau ajak teman-teman yang lain mengenal kegiatan di sekolah kami loh, yang paling terakhir sudah diadakan yaitu Student Learning Presentation. Pertama-tama kami mau menjelaskan dulu program Student Learning Presentation atau bisa disingkat SLP. SLP adalah kegiatan presentasi yang dilakukan oleh anak-anak KB-TK Stella Maris dengan perlengkapan atau peralatan yang digunakan untuk presentasi adalah hasil karya anak dari barang bekas, pasti teman-teman bertanya kok dari barang bekas ya? 

Kegiatan SLP berawal dari kegiatan Go Green melalui daur ulang (re-cycle)yang telah dilaksanakan pada bulan April kemudian ditutup dengan kegiatan SLP (Student Learning Presentation), tau kan daur ulang itu apa? Betul...sudah pasti kegiatan yang terdiri dari proses suatu barang yang berasal dari barang bekas menjadi barangyang memiliki fungus, bahkan nilai baru. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengurangi sampah terutama di lingkungan sekitar.






Ternyata anak-anak KB-TK Stella Maris itu kreatif loh, karena mereka bisa dengan cepat mengikuti instruksi dari guru untuk membuat suatu produk, seperti adik KB bisa membuat hiasan dari bubur kertas, adik TKA membuat tempat pensil dari bonggol jagung dan stiker hemat air, sedangkan kakak TK B membuat tas dari kaos bekas dan tempat hp dari rol tissue, hebat kan teman-teman adik-adik kecil ini.....!!!
Karena teman-teman KB-TK Stella Maris membuat sendiri atau produksi sendiri, sudah pasti mereka mengetahui proses sampai menjadi barang yang cantik, sehingga mereka dapat menceritakannya juga ke teman-teman yang lain termasuk mama papanya loh...
Kenapa sih kok harus ada SLP? Seperti ini teman-teman...kegiatan SLP itu selain pameran hasil karya juga menunjukkan kemandirian dan kepercayaan diri dari teman-teman dari KB-TK Stella Maris. Pernah ga sih teman-teman lihat ada anak KB-TK presentasi dengan berani di panggung? Bahkan kali ini presentasi tidak di sekolah tetapi di mall Aeon loh. Kan yang nonton lebih banyaaaaak banget.
Presentasinya tidak pendek, tetapi ada dalam bentuk drama juga, hebat kan, teman-teman KB-TK Stella Maris selain berani juga paham arti menjaga lingkungan, makanya mereka saat presentasi seperti orator, suaranya keras supaya setiap orang dewasa yang hadir di mall Aeon tambah mengerti harus menjaga lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarang karena bisa menyebabkan banjir, hemat air karena di bagian bumi lainnya air itu sulit didapat, mengurangi penggunaan botol minum kemasan plastik karena sampah plastik lama sekali hancurnya bisa 50 tahun loh, kebayang kan bagaimana bentuk bumi kita ini 50 tahun lagi, bagaimana juga dengan makhluk hidup lainnya bila sampah mengunung dan tidak ada air bersih, tak terbayangkan sedihnya bumi kita ini.

Lihatlah diatas langit, banyak yang menghiasinya
Burung terbang dengan bahagia, awan putih dan biru yang seperti bergandengan
Lihatlah kedepanmu, masih terdapat tanaman yang menyejukkan
Lihatlah kebelakangmu, juga masih terlihat banyak binatang berlarian
Bagi kita semua, jagalah bumi ini
Kita lihat sekarang, juga bisa dilihat 50, 100, 200, 500 tahun lagi
Selalu pedulilah untuk mereka

Kamis, 16 Februari 2017

PENANGANAN TERHADAP PERMASALAHAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI



PENANGANAN GANGGUAN FISIK MOTORIK PADA ANAK

Stimulus yang diberikan pada anak untuk perkembangan fisik motorik dibagi menjadi 2:

1.   Stimulasi Motorik Kasar
Tugas perkembangan jasmani berupa koordinasi gerakan tubuh, seperti berlari, berjinjit, melompat, bergelantung, melempar dan menangkap, serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar. Pada anak usia 4 tahun, anak sangat menyenangi kegiatan fisik yang mengandung bahaya, seperti melompat dari tempat tinggi atau bergelantung dengan kepala menggelantung ke bawah. Pada usia 5 atau 6 tahun keinginan untuk melakukan kegiatan berbahaya bertambah. Anak pada masa ini menyenangi kegiatan lomba, seperti balapan sepeda, balapan lari atau kegiatan lainnya yang mengandung bahaya. Agar motorik anak dapat berkembang dengan baik dan sempurna perlu dilakukan stimulasi yang terarah dan terpadu. Berikut stimulasi yang dapat diberikan:

1). Jalan

Sebelum orangtua memberikan stimulasi pada anak, pastikan anak  sudah  melalui  perkembangan
sebelumnya, seperti duduk, merangkak dan berdiri. Pada kemampuan motorik kasar ini, yang harus distimulasi adalah kemampuan berdiri, berjalan ke depan, berjalan ke belakang, berjalan berjingkat, melompat/meloncat, berlari, berdiri satu kaki, menendang bola, dan lainnya. Bila perkembangan jalan tidak dikembangkan dengan baik, anak akan mengalami gangguan keseimbangan.

Stimulasi:
Orangtua berdiri  berjarak  dengan anak sambil memegang mainan yang menarik. Gunakan karpet bergambar atau tempelkan  gambar-gambar yang  menarik di lantai. Minta anak untuk  menginjak karpet/lantai. Misalnya, “Ayo Dek, injak gambar gajahnya!” Mainan seperti mobil-mobilan atau troli yang bisa didorong-dorong juga bisa membantu anak belajar berjalan.

2). Lari

Perkembangan  lari  akan  memengaruhi  perkembangan  lompat  dan  lempar  serta   kemampuan konsentrasi anak kelak. Pada tugas perkembangan ini, dibutuhkan keseimbangan tubuh, kecepatan gerakan kaki, ketepatan 4 pola kaki (heel strike/ bertumpu pada tumit, toe off/telapak kaki  mengangkat  kemudian  kaki  bertumpu  pada  ujung-ujung  jari  kaki, swing/kaki berayun dan landing/setelah mengayun kaki menapak pada alas, dan motor planning/perencanaan gerak). Jika perkembangan lari tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dalam keseimbangannya, seperti mudah capek dalam beraktivitas fisik, sulit berkonsentrasi.

Stimulasi:
Stimulasi lari bisa dimulai ketika anak berada pada fase jalan, sekitar usia 12 bulan ke atas.
Aktivitasnya bisa berupa menendang bola, main sepeda (mulai roda 4 sampai bertahap ke roda 3 dan kemudian roda 2) serta naik turun tangga.

3). Lompat

Kemampuan dasar yang harus dimiliki anak adalah keseimbangan yang baik, kemampuan koordinasi motorik dan motor planning (perencanaan gerak). Contoh, saat anak ingin melompati sebuah tali, ia harus sudah punya rencana apakah akan mendarat dengan satu kaki atau dua kaki. Kalaupun satu kaki, kaki mana yang akan digunakan.
Jika anak tidak kuat dalam perkembangan melompat, biasanya akan menghadapi kesulitan dalam
sebuah perencanaan tugas yang terorganisasi (tugas-tugas yang membutuhkan kemampuan motor planning.

Stimulasi:
Lompat di tempat atau di trampolin. Jangan lompat-lompat di tempat tidur karena meski melatih motorik namun “mengacaukan” kognitif. Dalam arti, mengajarkan perilaku atau mindset yang tidak baik pada anak. Karena seharusnya tempat tidur bukan tempat untuk melompat atau bermain. Lompatan berjarak (gambarlah lingkaran-lingkaran dari kapur atau gunakan lingkaran holahop yang diatur sedemikian rupa letaknya). Minta anak untuk melompati lingkaran-lingkaran tersebut, gradasikan tingkat kesulitan dengan memperlebar jarak dan menggunakan kaki dua lalu satu secara bergantian.

4) Lempar

Pada fase ini yang berperan adalah sensori keseimbangan, rasa sendi (proprioseptif), serta visual. Peran yang paling utama adalah proprioseptif, bagaimana sendi merasakan suatu gerakan atau aktivitas.
Misalnya, pada saat anak melempar bola, seberapa kuat atau lemah lemparannya, supaya bola masuk ke dalam keranjang atau sasaran yang dituju. Jika kemampuan melempar tidak dikembangkan dengan baik, anak akan bermasalah dengan aktivitas yang melibatkan gerak ekstrimitas atas (bahu, lengan bawah, tangan dan jari-jari tangan), seperti dalam hal menulis. Aktivitas motorik halus lainnya juga terganggu misalnya memakai kancing baju, menalikan sepatu, makan sendiri, meronce, main puzel, menyisir rambut, melempar sasaran, dan lain-lain. Intinya, stimulasi pada perkembangan ini yang tidak optimal berindikasi pada keterampilan motorik halus yang bermasalah            .
 
Stimulasi:
Main lempar tangkap bola (gradasikan tingkat kesulitannya) yaitu posisi, besar bola, berat bola, dan jenis lambungan. Pada posisi bisa dilakukan sambil duduk kaki lurus, duduk kaki bersila, duduk kaki seperti huruf W ke belakang, jongkok, dan bahkan berdiri. Pada jenis lambungan, bisa dilakukan dengan lambungan dari atas, sejajar, atau lambungan dari bawah.
Main dartboard atau lempar panah. Gunakan jenis dartboard yang khusus buat anak-anak (yang aman dan tidak tajam), seperti jenis dartboard yang terbuat dari papan velcrow dan anak panahnya diganti dengan bola yang bervelcrow.

2.   Stimulasi Motorik Halus

Perkembangan motorik halus anak taman kanak-kanak ditekankan pada koordinasi gerakan motorik halus, dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Pada usia 4 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang bahkan hampir sempurna. Pada usia 5 atau 6 tahun koordinasi gerakan motorik halus berkembang pesat. Pada masa ini anak telah mampu mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkoordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan, antara lain dapat dilihat pada waktu anak menulis atau menggambar.
Berikut stimulasi yang dapat diberikan sesuai umurnya. Stimulasi berikut mudah diterapkan dengan sarana dan fasilitas yang ada di sekitar kita:
Kelompok umur 1 tahun ke atas (Balita)
·         Diajarkan untuk menggambar sesuatu, misalnya manusia
·         Diarahkan untuk membuka kancing baju sendiri
·         Bermain menyusun puzzle sederhana
·         Mencuci tangan sendiri
·         Bermain membentuk sesuatu dari plastisin
·         Belajar membaca dan menulis

Semoga bacaan ini bermanfaat bagi guru dan orangtua untuk memastikan stimulasi yang diberikan pada anak akan mendukung tumbuh kembang anak berlangsung dengan tepat.

Senin, 06 Februari 2017

ANJANG KASIH KE BHAKTI LUHUR


Halo teman-teman semuanya....
Salam jumpa lagi dengan dengan kami siswa-siswi KB-TK Stella Maris BSD.
Tema kali ini kami menyusung tentang "Peduli Sesama".
Bentuk kepedulian dapat diwujudkan dalam berbagai hal. Salah satunya adalah dengan berbagi kasih terhadap orang lain terutama yang membutuhkan. Wujud nyata yang sudah kami lakukan adalah dengan mengunjungi Yayasan dan Sekolah Bhakti Luhur yang berlokasi di Pamulang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Januari 2017. Semua siswa-siswi ikut berkunjung ke sana dengan membawa tanda kasih yang sebelumnya sudah dikumpulkan di sekolah dalam bentuk uang, sembako dan lain-lain. FORSIS pun ikut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sungguh bahagia rasanya bisa berbagi dengan sesama.
 
Kami bersiap untuk berangkat

                                          Keceriaan selama perjalanan dari sekolah kami ke Sekolah Bakti Luhur



 















Terima kasih untuk dukungan dari FIF yang telah menyediakan alat transportasi bagi kami. Bisnya nyamaaan sekali.


Sebentar lagi acara akan dimulai loh...



Itulah beberapa foto kegiatan Anjang Kasih kami ke Bhakti Luhur mulai dari persiapan sampai selesai.


Sungguh  kebahagiaan tiada tara
Masih diberi waktu untuk boleh berbagi
Marilah ciptakan waktu
Untuk bisa membagi kasihmu 
Meski hanya satu hal saja
Mampu memberi secercah cahaya
Bagi mereka yang membutuhkan

Salam kasih,
KB-TK Stella Maris

Selasa, 20 Desember 2016

FUNTASTIC DAY

Sabtu, 10 Desember 2016 adalah hari yang sungguh menggembirakan bagi anak-anak Stella Maris BSD, khususnya anak-anak KB-TK. Hari itu adalah Entrepreneur Day dan anak-anak telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk menanti hari tersebut. Entrepreneur Day tahun ini mengusung tema From Nothing to Something. 

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah, sebagai berikut:
a. Menumbuhkan jiwa Entrepreneurship atau kewirausahaan sejak dini kepada para               siswa.
b. Mengembangkan bakat dan minat para siswa dengan semangat Entrepreneurship atau
    kewirausahaan.
c. Menanamkan sikap kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar melalui
    pemanfaatan limbah/barang bekas.
d. Mengembangkan kemampuan tata kelola keuangan keluarga bagi para siswa.
e. Menumbuhkan jiwa nasionalisme untuk memajukan Indonesia menjadi lebih maju dalam
    bidang ekonomi kreatif.

Bentuk Kegiatannya berupa:
1. Stand bazar murid, guru, FORSIS, dan umum
2. Perlombaan
3. Pameran kreativitas anak dan pentas seni
4. Workshop

Karakter Entreperneur yang dibangun adalah:
1. Respectful / menghargai
2. Independent / mandiri
3. Care / peduli
4. Curiousity /rasa ingin tahu

Kegiatan Entrepreneur Day ini dibuka dengan iringan drumband dari siswa-siswi SD, disusul dengan doa pembukaan oleh MC dan modern dance dari siswi SMA kemudian dilanjutkan sambutan dari Bapak Petrus Titus Sutiyoso, ST., M.Pd selaku Head of National School BSD. Kegiatan selanjutnya adalah performance dari unit TK-SMA, berupa tari  modern, tari tradisional dan juga band. Sementara performance berlangsung, Lomba-lomba, bazaar, game dan workshop juga diadakan bersamaan dengan lokasi  berbeda-beda yang menyebar di seluruh lokasi sekolah.

Untuk kegiatan KB-TK sendiri, ada 3D Vaganza, Market, Entrepreneur Competion for Kindergarten dan Game. Kegiatan 3D Vaganza diawali dengan menari "Morena" bersama  yang diikuti oleh seluruh anak, guru dan orangtua yang hadir saat itu. Setelah menari bersama, anak-anak dan pengunjung melihat-lihat hasil karya siswa-siswi KB yang bersama dengan orangtuanya siap untuk menjawab pertanyaan dari para pengunjung yang tertarik dengan produk yang mereka hasilkan. Untuk produk yang mereka sukai, pengunjung pun menempelkan stiker smile. Anak-anak dan pengunjung dapat menempel stiker smile pada hasil karya yang mereka anggap menarik dan mereka sukai serta dapat menanyakan dari bahan apa saja hasil karya tersebut, siapa pembuatnnya, hingga langkah-langkah pembuatan. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan hasil karya tersebut melalui jurnal yang ada pada masing-masing peserta 3D Vaganza. Kegiatan 3D Vaganza diakhiri dengan menari dan menyanyi bersama Happy Song. Kegiatan dilanjutkan dengan Market, pada kegiatan ini anak belajar tentang karakter Entrepreneur melalui  proses pembuatan hasil karya, cara anak untuk melakukan promosi, cara anak menjelaskan jika ada yang menanyakan tentang hasil karyanya, dll. Market ini diikuti oleh seluruh anak TK A dan TK B. Hasil karya TK A yang dipamerkan adalah boneka dan storage bamboo, tempat pensil dari batang jagung, snowman dari botol susu bekas. sedangkan untuk TK B, hasil karyanya adalah yankee candle, aneka barang daur ulang dari bubur kertas yankee candle, alas panci, jam dinding), hiasan Natal dari ban sepeda bekas. Uang hasil penjualan karya anak ini sebagian akan disumbangkan ke Panti Asuhan saat perayaan Natal di bulan Januari 2017 nanti. 






 


Semoga kegiatan ini dapat terus berlangsung karena sangat membantu anak-anak mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan di masa yang akan datang melalui dan lebih berani mengambil keputusan dan memecahkan masalah jika mereka menghadapi masalah maupun hal baru serta mempersiapkan anak menjadi wirausahawan masa depan. Kegiatan ini membuat anak fun....It's so Funtasic Day.... Maju terus Stella Maris, jayalah Indonesia..... See you in Entrepreneur Day next year....